JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta menerapkan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan. Kebijakan ini diambil demi melindungi keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tenaga pengajar dari risiko gangguan pernapasan dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 91/SE/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Abu Vulkanik yang ditujukan kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan Negeri dan Swasta di wilayah Jakarta.
Kepala Disdik Jakarta, Nahdiana mengatakan, PJJ berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB dan PKBM.
“Surat edaran ini diterbitkan dalam rangka memberikan perlindungan maksimal bagi warga sekolah, khususnya kelompok rentan, dari potensi paparan partikel abu vulkanik yang berisiko bagi kesehatan. Kebijakan ini mulai dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026, hingga ada pemberitahuan resmi berikutnya,” kata Nahdiana dalam keterangannya, Minggu, 6 September 2026.
Baca Juga: 3 Jadwal Kereta Tambahan ke Jakarta Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau Hari Ini, Cek Jam Berangkatnya
Disdik Minta Sekolah Laporkan Terkendala Teknis Pembelajaran Daring
Guna memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi dengan baik, Disdik Jakarta menginstruksikan para kepala sekolah dan jajaran pengajar untuk terus mendampingi serta memantau jalannya proses PJJ. Pihak sekolah diminta segera melaporkan setiap kendala teknis yang dihadapi selama pelaksanaan belajar dari rumah.
“Bagi satuan pendidikan yang mengalami kendala dalam pelaksanaan PJJ, dapat melakukan komunikasi secara intensif kepada Dinas Pendidikan secara berjenjang melalui Kepala Suku Dinas Pendidikan setempat,” ujarnya.
Dalam instrumen edaran tersebut, para Kepala Suku Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang di tiap wilayah administratif diinstruksikan untuk turun tangan melakukan pengawasan langsung, memberikan arahan teknis, serta mencarikan solusi alternatif jika terjadi hambatan dalam akses PJJ. Langkah darurat ini ditembuskan langsung kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan jajaran Walikota se-Jakarta.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.