JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco berharap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada belanja, tetapi juga dibarengi dengan upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung program-program prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Baco, tambahan PAD diperlukan agar pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat, terutama di tengah kondisi pengetatan anggaran.
“Harapannya tentu mudah-mudahan ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena masih banyak program prioritas yang membutuhkan pembiayaan,” ujar Basri Baco di sela rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Justin Hubner Pilih Bertahan di Fortuna Sittard, Tolak Tawaran Fantastis Persija demi Karier di Eropa
Ia menyebut sejumlah sektor yang perlu menjadi prioritas dalam APBD Perubahan 2026, di antaranya penanggulangan banjir, pendidikan, kesehatan, serta pengelolaan sampah yang saat ini menjadi fokus Pemprov DKI Jakarta.
Baco menilai kebijakan pengelolaan sampah yang mulai diterapkan sejak 1 Agustus 2026 membutuhkan dukungan anggaran yang memadai, baik untuk penyediaan sarana dan prasarana maupun kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
“Semua itu pasti membutuhkan anggaran. Tetapi kembali lagi, sumbernya harus didukung oleh peningkatan PAD,” katanya.
Selain itu, Baco juga menyoroti kebijakan insentif bagi kendaraan listrik. Menurutnya, pemilik kendaraan listrik telah memperoleh berbagai kemudahan, seperti biaya operasional yang lebih rendah dan pengecualian dari aturan ganjil-genap.
Baca Juga: Lowongan Kerja Unik di China, Dibayar Rp263 Juta per Tahun untuk Jadi Beruang di Kebun Binatang
Karena itu, ia mendorong adanya evaluasi terhadap kebijakan pajak kendaraan listrik agar tetap mempertimbangkan kebutuhan penerimaan daerah.
“Kalau pajaknya juga terlalu rendah, menurut saya kurang adil. Sementara kita masih membutuhkan anggaran besar untuk membangun sekolah, mengatasi banjir, membangun puskesmas, dan program-program lainnya,” ujarnya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.