4 April 2026 10:53 pm
.
2 min read
AXIALNEWS.id | Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kini merambah ke sektor kesehatan, menyusul laporan adanya sejumlah fasilitas medis yang menjadi target serangan.
Dilansir Al Jazeera, Sabtu (4/4/2026), Institut Pasteur Iran di Teheran termasuk fasilitas yang terdampak dalam serangan terbaru.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengecam serangan tersebut dan menyerukan respons dari komunitas internasional.
Ia mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Palang Merah, dan organisasi medis global lainnya untuk menanggapi serangan terhadap fasilitas kesehatan.
Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, sedikitnya 2.076 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 26.500 lainnya terluka di Iran.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan konflik telah berdampak langsung pada layanan kesehatan dan keselamatan warga sipil.
Baca Juga Wartawan Hebat Berdiri di Jalur Gaza, ‘MOTAZ AZAIZA’ Harapan Dunia untuk Lihat Kekejaman Israel
WHO mencatat lebih dari 20 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran sejak awal Maret.
Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya sembilan orang tewas, termasuk tenaga medis dan relawan kemanusiaan.
Beberapa fasilitas yang terdampak antara lain rumah sakit, perusahaan farmasi, hingga gudang bantuan kemanusiaan.
Serangan juga menghantam perusahaan farmasi besar seperti Tofigh Daru di Teheran.
Fasilitas kesehatan lain yang terdampak meliputi Rumah Sakit Delaram Sina dan Rumah Sakit Ali yang mengalami kerusakan akibat serangan dan ledakan.
Gudang bantuan Bulan Sabit Merah di provinsi Bushehr turut diserang, menyebabkan kerusakan pada fasilitas logistik kemanusiaan.
Baca Juga Imbas Perang AS-Israel Vs Iran: Indonesia Alihkan 25% Impor Minyak dari Selat Hormuz
WHO menyebut serangan terhadap layanan kesehatan melanggar hukum humaniter internasional yang melindungi fasilitas medis, tenaga kesehatan, dan pasien.
Konflik juga berdampak pada sistem kesehatan global melalui gangguan rantai pasokan obat-obatan.
Dilansir NDTV, jalur distribusi farmasi terganggu akibat penutupan wilayah udara, keterlambatan pengiriman, dan gangguan pelayaran di kawasan Timur Tengah.
Obat-obatan penting seperti terapi kanker, insulin, dan vaksin menghadapi risiko keterlambatan distribusi.
Baca Juga Kapolres Langkat Beserta Istri Bagikan Sembako di Bahorok
WHO memperingatkan biaya logistik meningkat hingga 30 persen dan pasokan darurat mengalami hambatan serius.
Gangguan ini paling berdampak pada negara berpenghasilan rendah dan wilayah konflik yang bergantung pada impor obat.
Wilayah seperti Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan disebut paling rentan mengalami kekurangan pasokan medis.
Para ahli memperingatkan, jika konflik berlanjut, krisis kesehatan global dapat semakin memburuk.
Perang yang awalnya bersifat militer kini berkembang menjadi ancaman serius bagi sistem kesehatan dunia.
Editor: M. Nuh
Sumber: Tribunnews.com
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.