Menteri Koperasi Apresiasi GERAK Syariah 2026: Momentum Strategis Penguatan Ekonomi Umat


9 April 2026 1:15 am
.
3 min read

AXIALNEWS.id | Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, memberikan apresiasi tinggi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penyelenggaraan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.

Acara tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Dilansir laman resmi Kementerian Koperasi, Ferry menegaskan bahwa MES siap mendukung secara konsisten pelaksanaan program GERAK Syariah di tahun-tahun mendatang.

Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mendukung terbentuknya ekosistem keuangan syariah yang solid demi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Setiap tahun memperlihatkan perkembangan kegiatan yang meningkat signifikan. MES terus mendukung program ini dan semoga tahun depan bisa terlibat secara lebih aktif,” ujar Menkop Ferry dalam acara Penutupan GERAK Syariah 2026 di Kantor OJK, Kamis (2/4/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK Dicky Kartikoyono, serta Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis.

Baca Juga  Kemenkop Gandeng BPJS Kesehatan, Targetkan 30.000 Kopdes Merah Putih Jadi Sentra Kesehatan

Menkop Ferry menekankan bahwa penguatan keuangan syariah tidak dapat dilepaskan dari sektor riil. Untuk itu, OJK bersama MES perlu memperkuat sinergi dengan masuk ke sektor riil melalui Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) hingga Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

“Penguatan keuangan syariah harus tumbuh berdampingan dengan aktivitas ekonomi riil, baik itu UMKM, industri halal, maupun usaha produktif masyarakat. Dalam konteks ini, Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat berbasis gotong royong dan prinsip syariah,” jelasnya.

Baca Juga  Prodia Dorong Kesadaran Kesehatan Preventif Lewat Tes Genomik: Rahasia Hidup Terbaik di Dalam Tubuhmu

Menurut Ferry, Indonesia kini memasuki fase kedua pengembangan ekonomi syariah, yaitu perluasan pangsa pasar. Tantangannya bukan lagi sekadar membangun kesadaran (awareness), melainkan memastikan masyarakat menjadi pengguna aktif ekosistem keuangan syariah.

Terkait Kopdes Merah Putih, Ferry memastikan gerai ritel di dalamnya siap menampung produk masyarakat guna menciptakan efek pengganda (multiplier effect).

Produk-produk tersebut akan melalui proses kurasi dan inkubasi agar layak dipasarkan. Selain itu, koperasi ini disiapkan untuk memberikan dukungan pembiayaan mikro bagi usaha masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan bahwa Indeks Literasi Keuangan Nasional 2025 mencapai 66,46 persen, namun syariah baru menyentuh 43,42 persen.

Baca Juga  Menteri Koperasi Minta Iuran Kopdes Merah Putih bagi Penerima Bansos Digratiskan

Sementara itu, inklusi keuangan nasional berada di angka 80,51 persen, sedangkan syariah baru mencapai 13,41 persen.

“Inklusi keuangan syariah yang masih rendah tetap menjadi tantangan. Literasi yang baik merupakan modal utama kita untuk meningkatkan inklusi tersebut,” ungkap Friderica.

Sementara itu, Dicky Kartikoyono melaporkan bahwa GERAK Syariah 2026 berhasil mencatat 2.632 kegiatan, yang terdiri dari kegiatan literasi, inklusi, dan sosial.

Program ini mencatat penghimpunan dana sebesar Rp6,83 triliun dengan penyaluran Rp6,86 triliun, serta manfaat sosial senilai Rp86,2 miliar.

“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Melalui GERAK Syariah 2026, saat ini kita berhasil menempati level yang lebih tinggi dalam literasi dan inklusi keuangan syariah,” pungkas Dicky.

Editor: M. Nuh

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *